MEMBANGUN DESA KUTUH YANG MANDIRI DAN SEJAHTERA DENGAN SEMANGAT KEBERSAMAAN

Kompaunnamedk : Perbekel Kutuh I Wayan Purja, SE bersama Jro Bendesa Adat Kutuh Dr.Drs. I Made Wena, M.Si terlihat kompak mendampingi ketua tim penilai evaluasi tingkat perkembangan desa Provinsi Bali.

Penilaian evaluasi tingkat pekembangan desa di tingkat Provinsi Bali telah berlalu. Sebagai kilas balik, pada tanggal 13 Juni 2017 Desa Kutuh mendapat kepercayaan mewakili Kabupaten Badung ke Tingkat Provinsi Bali. Pada hari penilaian ini tim juri dibuat terkesan dengan hasil pemaparan dari Perbekel Kutuh. Dimana dalam pemaparan tersebut menunjukkan sekilas tentang bagaimana upaya – upaya pemerintahan desa dalam mewujudkan masyarakat desa yang mandiri dan sejahtera.

Perbekel Kutuh I Wayan Purja optimis Desa Kutuh mampu untuk lolos ke tingkat yang lebih tinggi. Mengingat data – data yang disuguhkan sesuai dengan kenyataan yang ada dilapangan.

 Terlepas dari hal tersebut mari kita ulas lebih jauh apa saja Faktor – faktor yang mempengaruhi  perkembangan Desa Kutuh sampai sejauh ini :

  1. KARAKTER KEPEMIMPINAN YANG KUAT

Berdirinya desa kutuh mulai dari pemekaran sampai dengan sekarang sudah pasti merupakan buah pikiran dan kerja keras tokoh – tokoh serta masyarakat desa Kutuh Sendiri. Keadaan yang sangat kurang pada saat itu membuat pemimpin yang dipercaya masyarakat saat itu merasa “JENGAH” dan lebih agresif untuk melakukan terobosan – terobosan dalam upaya mensejahterakan masyarakat desa. Bahkan semangat tersebut diwariskan kepada pemimpin – pemimpin desa saat ini baik itu adat maupun di pemerintahan.

  1. PROGRAM – PROGRAM YANG DILAKUKAN SECARA BERKESINAMBUNGAN

Untuk membuat sebuah terobosan tentunya melalui berbagai proses. Hal ini dijabarkan dalam program – program kerja pemimpin desa. Program – program yang dilakukan tentunya mengacu pada tujuan akhir yaitu untuk membuat masyarakat desa yang berdaya saing dan tentunya menjadi sejahtera.

  1. PERAN SERTA MASYARAKAT UNTUK MENSUKSESKAN PROGRAM – PROGRAM PEMERINTAHAN DESA MAUPUN ADAT

Tentunya sebagus apapun program yang dilaksanakan oleh masyarakat jika tidak mendapat dukungan dari masyarakat tidak akan berjalan dengan baik. Didesa Kutuh peran serta masyarakat mulai dari perencanaan pembangunan hingga proses eksekusi terbilang sangat baik. Seperti pengembangan sektor pertanian lahan basah “Rumput Laut” yang mulai menggeliat pada tahun 2007. Berkat dukungan dan peran serta masyarakat desa akhirnya desa kutuh dapat mengekspor ratusan ton rumput laut pertahunnya. Kesejahteraan masyarakat pun meningkat. Hingga pada tahun 2011 desa kutuh berani mendeklarasikan dirinya sebagai Desa dengan 0% warga miskin. Hal ini merupakan prestasi yang luar biasa, mengingat desa diusia yang sangat muda selangkah lebih maju dari desa – desa lainnya.

  1. KEINGINAN UNTUK TERUS BERBENAH

Sesunggunya motto yang diangkat pada penilaian Evaluasi Perkembangan Desa tahun ini yaitu “KEBERSAMAAN UNTUK MEWUJUDKAN DESA KUTUH YANG MANDIRI DAN SEJAHTERA” telah mengakar pada masyarakat Desa Kutuh sejak awal. Hal ini ditunjukkan pada inovasi – inovasi yang terus dilakukan oleh pemimpin desa bersama masyarakat untuk mencapai kesejahteraan bersama. Kita dapat melihat perkembangan Pantai Pandawa hingga berkembangnya Badan – badan usaha milik desa adat maupun dinas saat ini yang memberikan kontribusi besar terhadap kesejahteraan masyarakat desa.

Hal – hal tersebut diatas menandakan bahwa keberhasilan desa saat ini tidak terlepas dari peranserta masyarakat yang dimana ujung tombaknya adalah karakter kepemmimpinan yang kuat. Wayan Purja bersama Made Wena sepakat bahwa kedepan diperlukan pemikiran – pemikiran baru untuk dapat membawa desa ini kearah yang lebih baik lagi. Maka mereka berharap setidaknya masyarakat khususnya generasi muda setidaknya mau untuk belajar yang akhirnya dapat memberikan gagasan – gagasan baru untuk perkembangan Desa Kutuh.

 

Iklan

REALISASI APBDES 2017 MEMASUKI TRIWULAN KE-2

APBDES BARUMemasuki triwulan kedua realisasi APBDES desa kutuh telah rampung sebanyak 20% dimana di dalamnya adalah kegiatan Pelatihan dan pembinaan.

Dalam menyusun ABDES tahun 2017 ini, Pemerintahan Desa Kutuh berkomitmen dan berfokus pada program – program pembinaan serta pemberdayaan untuk meningkatkan kualitas SDM warga Desa.

Total untuk pengelolaan anggaran Pemerintahan Desa Kutuh saat ini adalah sebesar Rp. 16.274.239.788,18. Jumlah anggaran ini terbagi menjadi 6 pokok program kerja yaitu :

  1. Penyelenggaraan Pemerintahan : Rp. 3.477.887.743,38
  2. Pembangunan : Rp. 3.097.480.265,82
  3. Pembinaan Masyarakat : Rp. 8.447.586.391,98
  4. Pemberdayaan Masyarakat : Rp. 156.338.118,00
  5. Pengeluaran Pembiayaan : Rp. 1.031.856.371,00
  6. Biaya Tak Terduga : Rp. 69.090.898,00

Selain program – program wajib yang harus diakukan oleh Pemerintahan Desa Kutuh, penyusunan APBDES ini sudah melewati beberapa tahap. Yaitu melalui musyawarah dari masing – masing banjar (MUSDUS) dan akhirnya dibawa oleh masing – masing lembaga yang merupakan perwakilan dari masing – masing banjar (BPD, LPM, Karang Taruna, PKK, LINMAS, dan Lembaga – lembaga lainnya) ke Musyawarah Desa (MUSDES) yang telah dilaksanakan pada tahun 2016 lalu.

Kedepan, Perbekel Kutuh berharap kepada warga desa kutuh agar semakin paham dan ikut serta dalam kegiatan – kegiatan dalam rangka membangun Desa Kutuh ini melalui usulan dan pengawasan realisasi penggunaan anggaran APBDES ini. Dan tentunya melewati tahap – tahap yang dimulai dari Musyawarah di banjar – banjar (MUSDUS), selanjutnya hasil tersebut akan dikawal oleh lembaga-lembaga perwakilan dari masing – masing banjar ketingkat desa yaitu Musyawarah Desa (MUSDES). Adapun usulan ini akan digodok sedemikian rupa bersama semua elemen lembaga sehinnga nantinya akan masuk kedalam program prioritas pemerintahan desa kutuh.

Selanjutnya program – program besar yang tidak dapat terealisasi di APBDES akan dikawal oleh pemerintahan Desa Bersama dengan semua lembaga ke MUSRENBANG kecamatan. Dimana nantinya akan dikawal sampai tingkat kabupaten hingga terealisasi.

Perbekel Kutuh sangat berharap agar peran serta masyarakat dalam pembangunan Dapat Meningkat, sehingga pola pembangunan desa senantiasa mencapai tujuan akhir Pemerintahan Desa Kutuh.

Tujuan kita adalah percepatan pembangunan di segala bidang. Untuk percepatan itu ijinkanlah kami berinovasi lebih agar senantiasa semua lini bisa digerakan”, Ujar Wayan Purja (08/05/16) disela – sela acara pembukaan penilaian evaluasi perkembangan desa di wantilan Rangdu Kriya Mandala.

Beliau juga menambahkan, salah satu contoh yang riil adalah berusaha membentuk usaha – usaha desa serta mendorong optimalisasi pemanfaatan aset desa adat, yang mana kedepannya adalah merupakan tumpuan pendapatan yang akan dapat mensejahterakan masyarakat khususnya masyarakat adat Kutuh. Kami yakin, semua yang kami jalankan belum sempurna, namun kami mempunyai tekad untuk selalu berbenah, dan kami yakin beberapa tahun yang akan datang dapat tercapai tujuan akhir desa sesuai harapan masyarakat yakni KUTUH YANG MANDIRI DAN SEJAHTERA “, Imbuhnya.

 

DESA KUTUH DIGADANG – GANDANG MENJADI WAKIL BADUNG DI PROVINSI

Giri Prasta : Melihat dari kesiapan pula, bukan bermaksud intervensi ya. Tapi kemungkinan besar wakil Badung untuk maju ke provinsi adalah Desa Kutuh.

ak mekel

Kutuh, 8 Mei 2017, Desa kutuh mendapat kehormatan untuk menjadi tuan rumah dalam acara pembukaan penilaian evaluasi lomba desa terpadu tingkat Kabupaten Badung. Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta hadir langsung untuk membuka kegiatan ini. Selain itu, tampak pula hadiri peserta – peserta lomba desa dari kecamatan lainnya.

Kegiatan dibuka dengan laporan perbekel, dimana perbekel kutuh I Wayan Purja, SE secara langsung memaparkan tentang gambaran umum desa Kutuh, tidak ketinggalan beliau juga menyampaikan kepada Bupati Badung mengenai keberhasilan yang telah diperoleh oleh desa kutuh lewat program pemberdayaan masyarakatnya. Selain itu beliau juga menyampaikan program-program unggulan yang dimiliki oleh desa kutuh yaitu : Pertama, adalah program pembentukan usaha – usaha desa yang sampai saat ini telah menyerap ratusan tenaga kerja. Kedua, yaitu bagaimana Pemerintahan Desa Kutuh mempercepat pembangunan desa dengan melakukan sinergi dengan pihak ketiga, dan terakhir adalah bagaimana Pemerintahan Desa kutuh telah  dapat membentuk suatu sistem keamanan terpadu, dimana melibatkan semua unsur keamanan desa bersama masyarakat tentunya.

Dalam pidatonya, Bupati  Badung menyampaikan apresiasi  yang sangat tinggi kepada Desa Kutuh. Beliau bangga Karena pemerintahan Desa Kutuh melalui program-program yang strategis dapat membuat warganya terberdayakan. Selain itu, upaya pemerintah desa kutuh dalam memberikan dorongan dan motivasi kepada masyarakat adat untuk dapat memaksimalkan potensi – potensi milik desa adat sangat menarik perhatian Giri Prasta.

“Program – program yang dilaksanakan oleh pemerintahan Desa Kutuh sangat bagus, jika data yang disampaikan oleh perbekel tadi benar, maka Desa Kutuh patut untuk dijadikan desa percontohan”, ujar Giri Prasta. Melihat dari kesiapan pula, bukan bermaksud intervensi ya. Tapi kemungkinan besar wakil Badung untuk maju ke provinsi adalah Desa Kutuh”, tambahnya.

Sorakan semangatpun menyambut  pidato Bupati Badung tersebut. Semangat masyarakat Kutuh yang hadir terdengar bergema di wantilan Rangdu Kriya Mandala.

Kegiatan seremonial ditutup dengan pemukulan Gong oleh Bupati Badung, yang menandakan  bahwa peniaian evaluasi perkembagan desa secara resmi dibuka. Acara dilanjutkan dengan penilaian di masing – masing meja. Menurut beberapa tim penilai, hasil yang telah ditunjukan di masing – masing meja sangatlah memuaskan. Kelengkapan administrasi serta program – program unggulan yang disampaikanpun sangat membuat tim juri terkesan.

Kegiatan penilaian berakhir pada pukul 12.00 Wita. Bupati Badung beserta jajarannya langsung dijamu di Ampiteathre Tedung Jagat (Gunung Payung Cultural Park) yang didampingi langsung oleh Perbekel Kutuh dan Bendesa Adat Kutuh Dr.Drs.I Made Wena, M.Si.

Tak ketinggalan pula, pada malam harinya diadakan hibuan rakyat oleh panitia lomba desa khusus untuk menghibur warga Desa Kutuh.

 

DESA KUTUH PEDULI SONGAN

 

Saudara tiang yang berada tepat disamping rumah tiang ini, dari lima orang, tiga orang meninggal” Tambah Pena.

Minggu, 19 Pebruari 2016 untuk membantu meringankan beban yang menimpa saudara kita di Desa Songan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli. Pemerintah Desa Kutuh bersama dengan Prajuru Desa Adat Kutuh memmberikan bantuan kepada korban- korban yang tertimpa bencana. Sumbangan yang diberikan berasal dari partisipasi masyarakat Kutuh yang telah dihimpun sebelumnya oleh panitia kegiatan. Kegiatan ini mengundang banyak simpati dari masyarakat Desa Kutuh, Beberapa ada yang menyumbangkan pakaian bekas, selimut, bahan makanan, maupun berupa uang. Dalam kegiatan kemarin pun ada beberapa warga yang ikut langsung ke lokasi Bencana.

Perbekel Kutuh Bersama dengan Bendesa Adat Kutuh dan DPRD Badung Dapil Kuta Selatan asalKutuh Drs. I Nyoman Mesir sempat mengunjungi lokasi yang terkena bencana. Akibat dari longsornya tanah dari ketinggian kurang lebih 20 meter tersebut merobohkan rumah – rumah warga, jalan aspal di tutupi oleh tanah setebal 15 cm. I Ketut Pena merupakan salah satu warga yang kehilangan keluarganya pada saat kejadian naas itu terjadi. Menurut beliau kejadian tersebut terjadi pada pukul 01.00 WITA, tepat disaat semua sedang nyenyak tertidur. “Kejadiannya terjadi dalam sekejap, ketika mendengar gemuruh tiang langsung keluar rumah menyelamatkan diri” Ujar Pena. Saudara ketut Pena yang rumahnya mendapat dampak paling keras dalam kejadian longsor tersebut kehilangan keluarganya sebanyak 3 orang karena tidak sempat menyelamatkan diri. “Saudara tiang yang berada tepat disamping rumah tiang ini, dari lima orang, tiga orang meninggal” Tambah Pena.

Para relawan dari berbagai kalangan pun tampak di lokasi bencana ikut membersihkan rumah – rumah warga yang ditimbun oleh lumpur, adapula yang tampak membawa bahan makanan dan pakaian ke lokasi bencana.

Setelah mengunjungi tempat pengungsian dan lokasi bencana kegiatan berakhir di pos pengungsian dan pos bantuan di wantilan desa songan tepat di sebelah kantor Desa Songan. Di tempat ini Perbekel Kutuh bersama Bendesa Adat Kutuh menyerahkan bantuan yang berasal dari seluruh sumbangan warga Desa Kutuh.

PEMASANGAN PAPAN NAMA JALAN DAN GANG DI DESA KUTUH

1481249532459Menindaklanjuti hasil survey yang telah dilakukan terhadap jalan dan gang yang ada di Desa Kutuh, kali ini Pemerintahan Desa Kutuh melakukan kegiatan pemasangan papan nama jalan yang ada di wilayah desa. Pemasangan papan nama jalan ini bertujuan untuk memudahkan masyarakat untuk mencantumkan alamat rumah.

Sesuai dengan hasil kesepakatan yang telah dilakukan juga sebelumnnya maka pemberian nama – nama gang dikategorikan menjadi 4 menurut masing – masing wilayah/ banjar, diantaranya : wilayah banjar pantigiri berdasarkan nama – nama pewayangan, Jaba Pura dengan nama – nama ikan, Wilayah banjar kaja jati dengan nama – nama burung, dan Petangan dengan nama – nama gunung.

Untuk nama – nama jalan diberi nama sesuai dengan kearifan lokal yang ada di desa kutuh, seperti jalan bayedan, jalan melang kaja, jalan melang kelod, dan lain – lain.

Setelah ditetapkan nama – nama jalan dan gang yang ada di desa kutuh ini, made suwita sebagai kaur pemerintahan dan juga leading sektor dari program ini, berharap masyarakat nantinya dapat terbantu dalam mencantumkan alamat rumah mereka, serta memudahkan dari pemerintah Desa Kutuh dalam mendata jalan dan gang yang ada di desa kutuh sebagai upaya untuk pengajuan perbaikan jalan dan gang, pemavingan, pengaspalan, ataupun perawatan kepada Kabupaten Badung.

“jadi masyarakat sudah dapat mencantumkan nama – nama yang telah ditetapkan di dalam penyebutan alamat rumah” ujar made Suwita di sela – sela kegiatan.

Beliau juga menghimbau kepada masyarakat agar masyarakat, baik itu yang di wilayah tempat tinggalnya telah dipasang papan nama, untuk ikut serta menjaga dan mengawasi keberadaan papan nama jalan tersebut.

MENATA SINERGI BUMDES DENGAN BUMDA UNTUK MENGELOLA POTENSI DESA

kantor-perbekel

Untuk meningkatkan serta menggali potensi yang ada di Desa Kutuh, Pemerintah Desa  Kutuh Dinas dan Adat melakukan sebuah sinergi antara usaha yang dimiliki oleh desa adat (BUMDA) dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDES). Acara yang dikemas dalam bentuk diskusi ini melibatkan Jro Bendesa Kutuh Dr.Drs. I Made Wena, M.Si , Perbekel Kutuh I Wayan Purja, S.E, Ketua BPD sekaligus Ketua TIM perumus BUMDES I Wayan Duarta, Amd.Par, Jajaran Manajemen Bumda, Tim manajemen BUMDES, Karang Taruna, LPM, dan PKK. Acara ini dipandu oleh I Wayan Mudana, ST sebagai moderator yang sekaligus merupakan tim perumus BUMDES.

Sinergi usaha yang dilakukan terkait dengan pengelolaan aset desa dan unit-unit usaha yang akan dikembangkan di BUMDES. Selain itu, Made Wena yang juga sebagai narasumber dalam kegiatan ini memberikan banyak pemaparan dan sharing tentang bagaimana pengelolaan BUMDA selama 2 tahun berjalan.  Beliau juga memberikan peluang untuk dapat ikut mengelola lahan yang dimiliki oleh Desa Adat.

Ada dua opsi yang di berikan oleh jro bendesa terkait dengan pemanfaatan lahan/tanah milik desa adat. Pertama beliau memberikan pilihan untuk penyertaan modal atau kerjasama, dimana nantinya usaha yang berdiri diatas lahan desa adat akan dikelola oleh BUMDES dan Desa Adat dalam hal ini berkewajiban dan berhak untuk melakukan pengawasan. Pilihan kedua adalah dengan sistem kontrak, dimana usaha yang berdiri diatas lahan desa adat dikontrak oleh BUMDES. Tentunya nilai kontraknya nanti tidak akan disamakan dengan kontrak yang berlaku dengan investor atau pengusaha-pengusaha lainnya, karena hal ini menyangkut pemberdayaan masyarakat Desa Kutuh sendiri.

Kedua opsi ini diberikan tidak melihat dari segi bisnis saja, namun yang utama adalah strategi dalam rangka mempertahankan aset yang dimiliki oleh desa adat. Mengingat sumber dana BUMDES ini berasal dari APBDES, kedua pucuk pimpinan sepakat untuk tidak mau kecolongan lagi, seperti  pemavingan parkir pantai pandawa. “Dulu sewaktu pemavingan parkir di pandawa, Pemkab Badung mengatakan parkir akan dihibahkan dan sepenuhnya dikelola oleh desa Adat Kutuh, namun dalam prakteknya surat hibah tidak turun, bahkan biaya parkir pantai pandawa ingin di punngut langsung oleh Dinas Perhubungan Pemkab Badung” ujar Made Wena. Hal ini tentunya ditolak oleh Made Wena dan prajuru desa adat, mengingat parkir pantai pandawa merupakan palebon Pura Dalem yang tentunya merupakan aset dari Desa Adat Kutuh.

Disamping itu Wayan Duarta yang juga merupakan narasumber dalam acara ini, memaparkan beberapa rencana unit-unit usaha yang akan dikembangkan pada BUMDES seperti, unit pengelolaan sampah yang kemungkinan akan digarap terlebih dahulu, Pancali SPA, dan pengelolaan industri akomodasi pariwisata, serta unit-unit lain sesuai perkembangan BUMDES kedepan

BUMDES yang baru seumur jagung dan masih dalam masa mematangkan diri, dipandang sangat perlu melakukan sharing-sharing seperti ini. Mengingat juga sinergi yang dilakukan dengan BUMDA milik desa adat, akan memudahkan jajaran manajemen mengadopsi sistem bisnis yang sudah ada. Selain itu juga diharapkan dapat menjadi kolaborasi yang baik bahkan menjadi pendukung satu sama lain, sehingga sinergi yang diwacanakan dalam acara ini dapat berjalan dengan maksimal kedepannya.

“Semua ini adalah bentuk komitmen kami (adat  dan dinas) untuk mencapai cita-cita desa Kutuh yang mandiri dan mampu memberdayakan masyarakat melalui potensi – potensi yang kita miliki” ujar Waya Purja, di akhir acara.

E-KTP MASUK DESA KUTUH

Wakil Bupati Badung Suiasa bersama Camat Kuta Selatan I Wayan Wirya dan Kepala Disdukcapil I Nyoman Soka

Wakil Bupati Badung Suiasa bersama Camat Kuta Selatan I Wayan Wirya dan Kepala Disdukcapil I Nyoman Soka

Minggu, 16 Agustus 2016, setelah Kerobokan kini giliran Desa Kutuh mendapatkan kesempatan melaksanakan perekaman E-KTP jemput bola. Ruang rapat “Graha Sabha” Desa Kutuh kemarin pun terlihat dipenuhi oleh warga yang antusias untuk mengikuti kegiatan ini. pelayanan yang dilaksanakan mulai pukul 09.00 WITA sampai 16.00 WITA diikuti oleh masyarakat dari yang muda hingga lanjut usia (lansia). Banyak terlihat warga yang mengajak sanak keluarga mereka yang telah lansia untuk melakukan perekaman kali ini, karena melihat kondisi fisik mereka yang tidak memungkinkan untuk melakukan perekaman ke kantor camat maupun langsung ke Disdukcapil, perekaman kali ini merupakan kesempatan yang bagus bagi mereka.

Pada kesempatan ini Wakil Bupati Badung Suiasa bersama kepala disdukcapil I Nyoman Soka juga meninjau langsung pelaksanaan kegiatan ini. Beliau juga tampak memberikan pemahaman tentang pentingnya kesadaran masyarakat untuk mengurus E-KTP. “E-KTP merupakan dasar kita dari Pemerintahan Kabupaten Badung untuk memudahkan memberikan pelayanan terhadap masyarakat kedepannya. Baik itu dalam hal bantuan kesehatan, santunan kematian, pengurusan pernikahan, dan lainnya membutuhkan E-KTP. Maka, masyarakat saya harapkan juga turut aktif mengurus segala hal yang berkaitan dengan kependudukan, seperti perekaman E-KTP ini” ujar Suiasa.

Selain Wakil Bupati Badung, kegiatan ini juga dihadiri oleh Kabid Pelayanan Administrasi Kependudukan Putu Suryawati, camat kuta Selatan I Wayan Wirya, Perbekel Kutuh bersama staff desa Kutuh, serta LINMAS yang ikut ambil bagian untuk menjaga ketertiban dalam acara ini. Perbekel Kutuh meimnta masyarakat untuk bersabar menunggu hasil dari perekaman yang telah dilakukan, karena menyagkut blangko yang disiapkan langsung dari Pusat. Beliau juga menghimbau agar warga desa yang belum sempat mengikuti kegiatan perekaman kali ini, bisa melakukan perekaman dikantor camat kuta selatan atau bisa langsung ke Disdukcapil.

Selain melakukan perekaman pada keempatan ini pula ada masyarakat yang melakukan pencetakan ulang karena KTP rusak maupun mengganti statusnya di dalam KTP. Dari hasil perekaman di peroleh sebanyak 252 dan 74 warga yang melakukan pencetakan ulang.